Satu dari Dua Anak tidak Mendapatkan Imunisasi

 

Setiap tahun 4,7 juta anak Indonesia membutuhkan imunisasi terhadap penyakit mematikan seperti, campak, polio, hepatitis dan dipteri. Parahnya, Indonesia kini berada di peringkat keempat dalam jumlah anak yang tidak terimunisasi karena satu dari dua anak ternyata tidak mendapatkan imunisasi.

 

"Kurangnya kesadaran masyarakat, serta minimnya informasi mengenai imunisasi dari pemberi pelayanan hingga pembuat kebijakan, menyebabkan anak yang tidak mendapatkan imunisasi bertambah setiap tahun," kata Chief Health and Nutrition The United Nations Childrens Fund (UNICEF) Anne Vincent saat jumpa pers soal program kampanye imunisasi melalui program kemitraan di Blitz Megaplex Grand Indonesia Jakarta, Rabu (3/12).

 

Anne mengatakan, padahal untuk imunisasi lengkap tidak memerlukan biaya besar. Hanya dengan Rp 25.000 setiap anak sudah tercegah dari tujuh penyakit selama seumur hidup. Penyakit tersebut yakni, Hepatitis B, Polio, BCG, Diphtheria, Pertussis, Tetanus dan Measles.

 

Selain itu, masalah yang muncul adalah sulitnya menjangkau daerah terpencil. Sehingga, banyak anak di pelosok daerah tidak terimunisasi dan tumbuh dengan ancaman tujuh penyakit tersebut. "Akibatnya, saat ini banyak kasus muncul di daerah-daerah. Setelah diselidiki, mereka belum mendapatkan imunisasi," tambah Anne.

 

Maka dari itu, dibutuhkan suatu upaya yang saling bersinergi antara pemerintah, masyarakat, lembaga swasta dalam menginformasikan pentingnya imunisasi. Berbagai cara bisa dilakukan seperti penggalangan dana untuk memberi imunisasi secara serempak dan penyebaran informasi imunisasi lewat media. Selain itu, dibentuk satuan tenaga yang bekerja hingga ke pelosok daerah untuk memberikan dan memastikan setiap anak telah terimunisasi.

 

"Jika tidak segera diatasi, di masa datang Indonesia akan menghadapi resiko wabah penyakit. Seperti halnya penanganan wabah polio yang bisa menelan dana sekitar 60 juta dollar AS dan campak sebesar 30 juta dollar AS," tegas Anne.

 

Sumber: Kompas 3 Desember 2008