Hore...Deteksi Kanker Serviks Hanya Rp5 Ribu

 

Tindakan deteksi dini kanker serviks selalu menjadi langkah terbaik sebelum seorang wanita menemukan langkah pengobatan yang tepat. Syukur, ada alternatif pemeriksaan kanker serviks tanpa harus keluar banyak uang.

 

Metode murah pendeteksian dini terhadap kanker serviks adalah Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang tergolong praktis dan nyaman; asam cuka (asam asetat) dioleskan pada leher rahim untuk kemudian dilihat reaksi perubahannya. Dikatakan praktis, karena IVA dapat dilakukan di mana saja dan tidak memerlukan sarana khusus. IVA sendiri mampu mendeteksi pra kanker.

 

Selanjutnya, bila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi abnormal, akan dilakukan metode krioterapi yaitu tindakan medis dengan mendinginkan bagian sakit sampai suhu di bawah nol derajat celcius. Metode ini disebut terapi gas dingin.

 

"Banyak juga yang enggak setuju (dengan IVA), tapi daripada tidak berusaha sama sekali. Mereka yang tidak setuju beralasan metode ini terlalu sederhana dan tidak akurat,” kata Laila Nuranna, MD, PhD., konsultan ginekologi dan onkologi Departemen Obstetrik dan Ginekologi Divisi Onkologi Universitas Indonesia/RSCM usai seminar “Recent Management of Cancer in Men & Women” di MRCCC Siloam Hospitals, Jakarta, Kamis (7/4/2011).

 

Sebagai langkah menurunkan angka kasus kanker serviks, metode IVA digalakkan di seluruh puskesmas di Indonesia. Harganya murah, hanya Rp 5 ribu. Tenaga kesehatan di puskesmas sebagai penatalaksananya jelas menjadi ujung tombak keberhasilan.

 

"IVA dipilih karena lebih murah dan penatalaksanaannya oleh bidan juga lebih mudah. Nah, problem kita sekarang adalah training untuk para bidan dan dokter umum. Ini perlu usaha terus-menerus dari semua pihak,” jelas DR Laila.

 

Sumber: Okezone 7 April 2011