Kelompok Dewasa yang Memerlukan Imunisasi
Oleh Prof Dr dr Samsuridjal Djauzi, SpPD (K) (Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa)

 

1. Usia lanjut --> Imunisasi Influenza

 

Influenza termasuk penyakit berat bila diderita orang berusia di atas 60 tahun. Berlaku juga bagi penderita penyakit jantung, paru-paru, dan kencing manis. Vaksin influenza dapat diberikan setiap tahun, disesuaikan dengan virus terbaru yang menyebar.

 

2. Penderita penyakit kronis seperti gagal ginjal--serta petugas kesehatan --> Influenza dan Hepatitis B

 

Vaksinasi hepatitis B mencegah gangguan hati yang disebabkan virus hepatitis B (VHB). Vaksin bisa diberikan dalam bentuk suntikan. Dilakukan tiga kali, yakni bulan pertama, kedua, dan keenam. Vaksinasi diulang setelah 5-10 tahun.

 

3. Penyedia makanan --> Tifoid

 

Penularan Tifoid (Tiphus) terjadi akibat mengkonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi bakteri. Vaksinnya ada yang oral (ditelan) atau disuntikkan. Satu kali vaksinasi bertahan tiga tahun.

 

4. Perempuan muda --> Rubella dan HPV

 

Rubella (campak Jerman) biasa dialami orang berusia belasan tahun atau dewasa. Nama vaksinnya MMR (Measles Mumps Rubella). Vaksinasi ini disarankan dua kali, yakni ketika berusia 18 tahun dan akan menikah. Bila sudah dua kali, tidak perlu lagi.

 

HPV (Human Papilloma Virus) adalah penyebab kanker serviks. Secara ideal, vaksin kanker serviks diberikan sedini mungkin, sebelum pernah melakukan hubungan seksual, pada usia 10-14 tahun. Vaksin ini berfokus pada HPV tipe 16 dan tipe 18 sebagai penyebab utama kanker serviks.

 

5. Wisatawan--jemaah haji --> Hepatitis A, Tifoid, Meningitis

 

Meningitis (radang selaput otak) disebabkan oleh bakteri Neisseria Meningokokus dan biasa menular melalui udara. Orang Afrika kerap menderita penyakit ini. Untuk itu, jemaah haji Indonesia divaksin tiga pekan sebelum keberangkatan. Vaksin diberikan dalam bentuk suntikan, dan bertahan di tubuh selama 2-3 tahun.