Rusia Uji Vaksin HIV

 

Dapatkah infeksi virus HIV dicegah? Inilah pertanyaan yang jawabannya akan dicari Pusat Virologi dan Bioteknologi Vektor di Rusia. Rusia dilaporkan telah mendanai pusat penelitian itu dalam membuat vaksin HIV yang dapat memproduksi antibodi (antigen) kuat.

 

"Kami telah sukses menyelesaikan tahap pertama percobaan klinis vaksin HIV," ujar pimpinan lembaga itu, Alexander Sergeyev. Vaksin HIV kini menunggu persetujuan untuk diuji pada tahap kedua. Pusat itu sebelumnya menyatakan telah mengembangkan vaksin HIV terkuat dan paling mutakhir di dunia.

 

Pada 1 November 2011, Rusia tercatat memiliki 636.979 kasus HIV/AIDS yang catatannya telah dimulai sejak 1987. Jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat sejak 2006. Sebanyak 104,257 pasien HIV/AIDS telah meninggal dunia.

 

HIV (Human Immunodeficiency Virus) menginfeksi sel sistem kekebalan (imunitas) tubuh dan menghancurkan atau melumpuhkan fungsinya. Infeksi virus HIV menyebabkan kerusakan progresif pada sistem kekebalan tubuh, melemahkan kemampuan tubuh untuk menangkal infeksi dan penyakit. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) mengacu pada tahap lanjutan infeksi HIV.

 

Menurut data WHO, jumlah penderita HIV/AIDS terus meningkat hingga mencapai 33.3 juta orang di tahun 2009 dengan 2.6 juta infeksi baru HIV dan 1.8 juta hidup dengan digerogoti virus HIV/AIDS.

 

HIV/AIDS menyisakan tantangan signifikan bagi dunia, terutama pada negara dengan pendapatan menengah hingga rendah. Sekitar 10 juta orang di seluruh dunia terinfeksi HIV tanpa akses pelayanan kesehatan memadai.

 

Sumber: Antara 9 Februari 2012